Primbon WetonBetaljemur Adammakna
Cek Weton Weton Jodoh Tanggal Baik Tentang

Tentang & Metodologi

Bagaimana angka-angka di situs ini dihitung, dari mana sumbernya, dan di mana batasannya.

Apa itu weton?

Dalam tradisi Jawa, setiap tanggal terdiri dari dua siklus yang berjalan bersamaan: tujuh hari dalam seminggu (Masehi) dan lima hari pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Gabungan keduanya pada satu tanggal disebut weton, misalnya "Jumat Legi". Setiap hari dan pasaran punya nilai (neptu) yang dijumlahkan menjadi neptu weton.

Metode: Betaljemur Adammakna

Situs ini mengikuti kerangka Primbon Betaljemur Adammakna, kitab primbon yang berasal dari tradisi tulis keraton Surakarta–Yogyakarta dan menjadi salah satu rujukan yang paling banyak dibukukan serta dipakai oleh kalkulator weton di internet. Kami memilih versi ini karena paling terdokumentasi dan paling konsisten antar sumber, bukan karena versi lain (Jawa Timur, Sunda, Bali) dianggap kurang sah — tradisi-tradisi tersebut punya kerangka dan penekanannya sendiri.

Bagaimana pasaran dihitung?

Pasaran berjalan dalam siklus lima harian yang tidak pernah putus sejak dahulu. Kalkulator ini memakai 17 Agustus 1945 = Jumat Legi sebagai titik acuan — tanggal yang terdokumentasi luas dan mudah diverifikasi — lalu menghitung maju atau mundur dari titik tersebut untuk tanggal apa pun.

Bagaimana kategori jodoh (Pancasuda) ditentukan?

Neptu weton kedua calon pengantin dijumlahkan. Hasilnya dibaca lewat sisa pembagian dengan 9, menghasilkan salah satu dari delapan kategori: Pegat, Ratu, Jodoh, Topo, Tinari, Padu, Sujanan, atau Pesthi. Perlu dicatat, sejumlah sumber primbon menggunakan pembagian dengan angka 8 (metode Pancasuda alternatif) yang menghasilkan pengelompokan angka sedikit berbeda. Kami memilih metode sisa-9 karena paling banyak dipakai secara konsisten oleh sumber-sumber primbon populer yang kami rujuk.

Bagaimana "tanggal baik" ditentukan?

Fitur Cari Tanggal Baik menjumlahkan neptu weton pasangan dengan neptu hari kandidat, lalu mengategorikannya dengan tabel yang sama. Tanggal juga ditandai bila diperkirakan jatuh pada bulan Jawa Suro (dihitung dari kalender Hijriah sebagai pendekatan), karena bulan ini secara tradisional dihindari untuk hajatan pernikahan.

Ini adalah penyederhanaan. Praktik primbon yang sesungguhnya sering melibatkan pertimbangan tambahan — neptu orang tua kedua mempelai, hari nahas pribadi, hingga petunjuk dari sesepuh keluarga — yang tidak sepenuhnya bisa direduksi menjadi satu rumus generik.

Disclaimer: Primbon adalah warisan budaya dan sistem kepercayaan, bukan metode yang teruji secara ilmiah. Hasil dari kalkulator ini bersifat simbolis dan sebaiknya dibaca sebagai bahan refleksi atau diskusi keluarga — bukan vonis mutlak atas hubungan, jodoh, atau keputusan pernikahan Anda. Untuk keputusan penting, pertimbangkan juga berdiskusi dengan sesepuh atau ahli primbon di daerah Anda, yang dapat mempertimbangkan konteks yang tidak selalu tertulis rapi dalam rumus baku.

Akurasi kalkulasi

Perhitungan hari dan pasaran diverifikasi terhadap 17 Agustus 1945 (Jumat Legi, neptu 11) dan konsisten untuk tanggal berapa pun secara matematis. Penentuan bulan Jawa (untuk deteksi Suro) memakai pendekatan kalender Hijriah bawaan peramban, yang bisa berselisih maksimal satu hari dari hisab atau rukyat resmi keraton — jadi sifatnya perkiraan, bukan kepastian mutlak.

Privasi

Semua perhitungan berjalan langsung di peramban Anda. Tanggal lahir yang Anda masukkan tidak dikirim atau disimpan ke server mana pun.